17 Mei 2011

Leeds, Live it, Love it

Does anyone ever heard this city before? if not, u better type the name on google web. mengambil slogan kampanye marketing pemerintah lokal 'Leeds, Live it, Love it' sebagai tema sungguh pas dengan pengalaman kami selama tinggal di Leeds. Kota menengah di utara inggris berpenduduk 700 ribuan. Tidak sebesar London, se-terkenal Manchester, atau se-eksotik Edinburgh. Bukan kota metropolitan yang sibuk dengan hiruk pikuknya, bukan juga sebuah desa kecil nan sepi. Tapi dia kota aman dan nyaman untuk di tinggali dengan kelengkapan fasilitas publik-infrastruktur-entertainment yang lengkap.

Kota yang tumbuh dari bidang jasa keuangan, jasa perdagangan, dan manufaktur. Perbankan, finance, insurance, public administration, education-health, hotel-restaurant, retail-call centre-offices-media, dan shopping centre adalah penyumbang terbesar dalam ekonomi kota Leeds. Infrastruktur kota yang mumpuni, transportasi yang handal, dan memiliki institusi pendidikan kelas dunia sehingga mampu menyediakan tenaga kerja lokal yang berkualitas membuat kota Leeds sejajar dengan kota-kota besar lainnya di UK maupun Eropa.


Ruang terbuka hijau dengan taman-taman kota tersebar seantero kota dan pedestrian yang nyaman dan asri membuat masyarakat nya memiliki kehidupan yang berkualitas. Leeds juga memiliki sport club yang terkenal di bidang rugby, cricket, dan football. Leeds United FC salah satunya. Fasilitas Entertainment yang lengkap yang di miliki kota ini juga memberikan pandangan bahwa Leeds merupakan kota yang dinamis.







(Leeds University)



(Leeds city centre at nite)



(bangunan di tepian sungai aire-leeds)

(foto : wikipedia)


Leeds Grand Mosque terletak tidak jauh dari rumah tempat tinggal kami dan universitas Leeds di mana kami belajar. Bangunan sederhana yang sebelumnya adalah gereja lalu di rubah fungsinya menjadi masjid di tahun 1994 dengan support dana dari salah seorang shaikh di Abu Dhabi-UEA. Masjid yang di kelola profesional oleh takmir yang di pimpin salah seorang ulama dari Libya dan menyediakan tempat ibadah dan berkumpul bagi kaum muslim Leeds. Beragam aktivitas untuk menyemarakkan syiar Islam di Leeds pun dilakukan dari shalat 5 waktu, shalat jumat, shalat ied, Ramadhan program, study circle, dsb.

Selama di Leeds kami sering berkumpul dan bersilaturahim dengan warga muslim indonesia lainnya. Tergabung dengan group KIBAR (keluarga Islam Indonesia di britania raya) Berkumpul bersama, menyelenggarakan pengajian, menyantap masakan Indonesia menjadi agenda rutin. Hidup di perantauan jauh dan menjadi minoritas tidaklah mudah, dengan bergabung bersama saudara-saudara muslim Indonesia lainnya bisa menjadi obat penawar kangen dengan negeri sendiri.




(Leeds Grand Mosque-LGM)



(saya dan istri di depan LGM after Ied pray)



(suasana buka puasa bersama bulan Ramadhan)



(Keluarga Islam Indonesia di Leeds)



Kami sangat menikmati hidup kami di Leeds, tinggal di rumah kontrakan (d mana dalam 5 bulan terakhir kami pindah rumah sampai 3x..haha), kebutuhan sehari-hari di cukupkan dengan kerja part time menjadi cleaner di salah satu gerai ritel besar di UK, menyelesaikan tugas akhir, dan berkumpul bersama saudara-saudara muslim kami di Leeds. Aktivitas menjadi turis pun tidak lepas selama di Leeds..hehe.

Yang menarik adalah bahwa kota ini adalah kota multiculture yang berarti terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan ras ada di kota ini. Tidak hanya bule-bule yang menghuni tetapi beragam bangsa semisal Pakistan dan China juga banyak menetap di sini. Dan sedikit dari bangsa Afrika, Latin, Eropa Timur, Jepang, India, Turki, Malaysia, dan Indonesia. Itu artinya komunitas, kebudayaan, bahasa, dan produk-produk dari negara asal juga masuk ke Leeds. Itu akan memberikan kita akses untuk mengenal dan berinteraksi dari berbagai bangsa tanpa harus pergi ke negeri asalnya. Seru bukan, mendengar bahasa yang berbeda selain Inggris dan Indonesia dari orang aslinya sampai merasakan makanan internasional sembari mendapat teman-teman baru.



(aktivitas berbelanja di pasar)



(menjadi asisten pembantu aktivitas research)



Leeds, memiliki 4 musim ; semi, panas, gugur, dingin. dengan temperature bervariasi antara 0 C - 20an C . Merasakan ke 4 musim tersebut adalah kenikmatan tersendiri (kalau tidak mau di sebut udik..hehe) buat saya yang terbiasa dengan iklim tropis. Di bawah adalah sepenggal gambaran suasana Leeds dengan musim yang berbeda.






(Leeds di kala summer-autumn-winter)


Kami sudah jatuh cinta dengan kota ini. Leeds yang memberikan kami pengalaman hidup dan kesempatan untuk merasakan tinggal di salah satu kota negara maju dunia telah memberikan kesan dan kenangan yang berarti buat kami. Semoga suatu saat nanti kami bisa kembali ke Leeds walau hanya untuk ber nostalgia.


Leeds-Live it Love it

02 Maret 2011

Singapore


(suasana kota singapore)

Perjalanan menuju singapura dilakukan dengan menggunakan kapal penyeberangan dari Batam. Menempuh perjalanan satu jam, tibalah di Harbourfront ferry terminal singapore. Selama di singapore di rekomendasikan untuk menggunakan public transport untuk mobilitas selama mengunjungi negeri ini. Memiliki sistem transport yang reliable membuat kita merasa nyaman menggunakannya. Banyak hal yang bisa kita nikmati di sini. Berbelanja di pusat perbelanjaan Orchard Road, menikmati pemandangan kota dari Singapore Flyer, Berfoto di landmark patung Merlion, menikmati wahana bermain di universal studio, atau merasakan kuliner asia di berbagai restaurant dan food centre. Negeri kecil yang terletak di selat malaka ini merupakan negeri yang kaya raya. Berpenduduk hanya 5 juta tapi memiliki pendapatan perkapita tertinggi di asia tenggara. Jasa keuangan dan pariwisata merupakan sektor utama negeri. Kota nya tertata apik, bersih, dan teratur. Taman kota yang mudah di jumpai, pedestrian yang nyaman, dan transportasi publik yang handal. Bepergian ke Singapore tidak memakan biaya mahal. Banyaknya penerbangan murah dari kota-kota besar Indonesia, kebijakan bebas fiskal, tidak membutuhkan visa (utk turis selama 30 hari), dan akomodasi murah yang bertebaran di kota membuat travel menjadi murah dan affordable.

(penulis diberbagai tempat di Singapore)

Berkunjung ke negeri tetangga yang menawarkan beragam hiburan di padu dengan kota yang nyaman dan udara bersih bisa menjadi alternatif pilihan untuk berlibur baik sendiri maupun bersama keluarga. Negeri kecil mungil yang kaya raya.

#Singapore-Asia's lifestyle#

18 Februari 2011

Rome, Italy

(foto : wikipedia)

Banyak jalan menuju Roma. Salah satunya seperti yang kami lalui lewat jalur kereta api dari Venice. Setiba di Roma, kami langsung berkeliling kota Roma. Kota besar di Eropa yang keteraturannya paling parah. Parkir yang semrawut, lalu lintas seperti di Jakarta, dan pengemis berseliweran, membuat kota ini menduduki posisi paling bawah untuk keteraturan kota di eropa menurut media. Itulah kira-kira gambaran roma saat ini.
Bicara sejarah, roma juaranya. Roman Empire di masa lampau merupakan pusat peradaban dan imperium dunia di zamannya. Pemikir-pemikir hebat, penemuan-penemuan brilian, dan militer terkuat di dunia menjadi buktinya saat itu. Sisa-sisa peradaban nya masih bisa kita saksikan di roma sekarang dengan bangunan-bangunan kuno eksotis nya yang luar biasa. Beberapa di antaranya; Colosseum-tempat arena pertarungan gladiator dengan para hewan buas, Trevi fountain-kolam air mancur dengan patung-patungnya, Pantheon-kuil pemujaan dewa, Piazza Navona, Castel san Angelo, The Campidoglio, dsb.
Roma juga merupakan basis dan pusat agama Katholik dunia dengan eksistensinya negara Vatikan di kota ini. Negara dalam negara-itulah Vatikan yang berada di kota Roma yang dipimpin seorang Paus.


Perjalanan backpacker kami berakhir di sini. Di mulai dari Amsterdam di utara hingga Roma di selatan. Perjalanan yang menyenangkan dan seru, petualangan yang asyik-penuh cerita, dan pelancongan yang bermakna. Kami berencana akan melakukan backpacker trip ke belahan bumi yang lain di masa yang akan datang dan menuliskannya ke dalam jurnal-jurnal blog. Saatnya ke bandara dan terbang tinggi meninggalkan Rome.

#Rome-kota eksotisme kaya sejarah#

17 Februari 2011

Pisa, Italy


(field of miracles, pisa city)

Pisa tower atau menara pisa merupakan salah satu keajaiban dunia dan salah satu menara yang terkenal di dunia karena posisi nya yang miring. Terletak di daerah Tuscany, kota Pisa hanya kota kecil di Italy, berpenduduk kurang lebih 100 ribuan. Infrormasi yang kami temui di lapangan mengenai kemiringannya mencapai 4 derajat atau 3 meter dari yang seharusnya tegak lurus. Ketinggiannya hanya 56 meter, masih lebih rendah dari tugu monas jakarta yang ketinggiannya 132 meter. Kemiringan terjadi karena fondasi bangunan menara yang tidak stabil, sempat menjadi kekhawatiran otoritas setempat, tetapi akhirnya di biarkan untuk menarik para wisatawan, dengan memperhitungkan aspek keamanan menara tentunya. Jadilah dia menjadi menara pisa atau biasa di sebut Leaning tower of Pisa.

Hanya membutuhkan 40 menit dari kota Florence dengan menggunakan kereta api untuk menjangkau kota ini. Tidak ada yang spesial di kota Pisa selain kehadiran menara ajaib miring Pisa yang menjadi landmark kota dan negara Italy.

(menara pisa dan pemandangan kota pisa)

Dengan kamera dslr, kami mengabadikan kunjungan backpacker kami di Pisa.



Keajaiban menara Pisa tidak cukup hanya nikmati hanya lewat bacaan buku, tayangan televisi, dan gambar poster. Menyaksikan sendiri keajaibannya memberikan sensasi yang berbeda. Karena kemiringan nya lah membuat menara ini memancarkan keajaiban nya ke seluruh dunia, kalau tidak dia hanya menara biasa dan tidak akan ada bedanya dengan menara monas di jakarta atau menara-menara lainnya di dunia.

#Pisa-keajaiban menara miring#

Venice, Italy

Sekarang kami berada di venice, venezia (Italian). Datang dari Milan menggunakan kereta pada malam hari. Suasana romantis langsung menyelimuti kami saat di sambut dengan kanal air yang indah sesaat keluar dari stasiun. Kota unik yang di bangun di atas air. Karena sudah malam, kami langsung menuju ke penginapan dekat stasiun dan besok hari nya kami berkeliling venice.

(suasana kota venice)

Venice, saat musim panas di bulan september - kota unik yang di bangun di atas air, kota indah nan cantik yang memancarkan pesona romantis, kota yang di juluki 'the most beutiful city' oleh media-media Eropa. Tidak salah memang semua julukan itu di sandang venice.

Tersesat di lorong-lorong kota venice, menyusuri kanal-kanal kecil dengan gondola di saat senja, naik 'water bus' mengelilingi kanal besar venice, dan menikmati potongan pizza besar halal di pusat kota bisa menjadi cara untuk menikmati romantisme venezia.

Bercerita sedikit tentang venice, kota yang terletak di Italia utara dengan jumlah penduduk hanya 270 ribuan bisa di akses dengan pesawat, kereta, ataupun mobil. Kota yang hidup dari para turis yang datang yang bisa mencapai 50 ribu orang/hari. Memiliki bangunan landmark seperti Piazza san Marco-simbol kota venice dengan arsitektur yang indah berupa bangunan gereja yang memiliki tower setinggi 100 meter, Rialto bridge, pusat belanja murano, dsb.




Seharian penuh kami berada di Venice, sungguh kota air nan cantik yang memancarkan nuansa romentisme yang kental. Tidak salah memilih kota ini sebagai tujuan perjalanan backpacker kami, Venice menjadi kota tervaforit kami setelah Paris.
#Venice-romansa kota gondola#



16 Februari 2011

Milan, Italy

Milan, kota mode dan fashion yang sejajar dengan Paris dan New York. Berangkat dengan penerbangan pagi dari Barcelona, kami tiba di Malpensa Airport, Milan. Kesan pertama kami saat berada di sini : kusem, sumpek, gersang. Panas nya cuaca, debu yang berterbangan, kotor nya udara yang terlihat dari warna langit di atas kota Milan, dan banyak nya pengemis, persis seperti Jakarta. Selain itu kita juga harus berhati-hati saat berada di Italy, banyak tangan-tangan jahil yang mengintai dompet dan dokumen kita seperti uang dan paspor. Banyak cerita dari teman dan keluarga yang mengalami hal ini.

Waspada dan berhati-hati bukan berarti kita tidak bisa menikmati kota ini. Bangunan kuno berpadu dengan modern, taman kota yang asri, pedestrian yang nyaman, dan transportasi publik yang handal membuat kita lebih mudah untuk mengenal kota ini. Gereja terbesar ke 3 di dunia, pusat belanja modern, menikmati kuliner khas Italy, atau memperhatikan warganya yang melek dengan fashion, tersaji di kota ini.

(suasana kota Milan)


Tidak lengkap rasanya kalau sudah berada di Milan tidak singgah ke san siro-stadion sepakbola di kota Milan. Benar, penulis adalah penggemar dari klub 'Rossoneri' sejak duduk di bangku smp. Kesempatan berkunjung ke kota ini tidak di sia-siakan. Walaupun saat kami datang tidak ada pertandingan, berkunjung ke stadion nya saja sudah membuat hati senang. Menengok kemegahan stadion sampai ke ruang ganti pemain. Jadilah kita berfoto-foto dan membeli satu baju kaos Milan yang asli sebagai souvenir.




Tidak berlama-lama kami di Milan, tiket kereta untuk melanjutkan perjalanan ke Venice sore hari nya sudah di tangan. Tidak ingin ketinggalan kereta, bergegas kami ke stasiun. Tidak berapa lama, kereta bergerak meninggalkan kota Milan.
#Cioa Milan#