Kota yang tumbuh dari bidang jasa keuangan, jasa perdagangan, dan manufaktur. Perbankan, finance, insurance, public administration, education-health, hotel-restaurant, retail-call centre-offices-media, dan shopping centre adalah penyumbang terbesar dalam ekonomi kota Leeds. Infrastruktur kota yang mumpuni, transportasi yang handal, dan memiliki institusi pendidikan kelas dunia sehingga mampu menyediakan tenaga kerja lokal yang berkualitas membuat kota Leeds sejajar dengan kota-kota besar lainnya di UK maupun Eropa.
Ruang terbuka hijau dengan taman-taman kota tersebar seantero kota dan pedestrian yang nyaman dan asri membuat masyarakat nya memiliki kehidupan yang berkualitas. Leeds juga memiliki sport club yang terkenal di bidang rugby, cricket, dan football. Leeds United FC salah satunya. Fasilitas Entertainment yang lengkap yang di miliki kota ini juga memberikan pandangan bahwa Leeds merupakan kota yang dinamis.
(Leeds University)
(Leeds city centre at nite)
(bangunan di tepian sungai aire-leeds)
(foto : wikipedia)
Selama di Leeds kami sering berkumpul dan bersilaturahim dengan warga muslim indonesia lainnya. Tergabung dengan group KIBAR (keluarga Islam Indonesia di britania raya) Berkumpul bersama, menyelenggarakan pengajian, menyantap masakan Indonesia menjadi agenda rutin. Hidup di perantauan jauh dan menjadi minoritas tidaklah mudah, dengan bergabung bersama saudara-saudara muslim Indonesia lainnya bisa menjadi obat penawar kangen dengan negeri sendiri.
(Leeds Grand Mosque-LGM)
(saya dan istri di depan LGM after Ied pray)
(suasana buka puasa bersama bulan Ramadhan)

(Keluarga Islam Indonesia di Leeds)
Yang menarik adalah bahwa kota ini adalah kota multiculture yang berarti terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan ras ada di kota ini. Tidak hanya bule-bule yang menghuni tetapi beragam bangsa semisal Pakistan dan China juga banyak menetap di sini. Dan sedikit dari bangsa Afrika, Latin, Eropa Timur, Jepang, India, Turki, Malaysia, dan Indonesia. Itu artinya komunitas, kebudayaan, bahasa, dan produk-produk dari negara asal juga masuk ke Leeds. Itu akan memberikan kita akses untuk mengenal dan berinteraksi dari berbagai bangsa tanpa harus pergi ke negeri asalnya. Seru bukan, mendengar bahasa yang berbeda selain Inggris dan Indonesia dari orang aslinya sampai merasakan makanan internasional sembari mendapat teman-teman baru.
(aktivitas berbelanja di pasar)

(menjadi asisten pembantu aktivitas research)
Leeds, memiliki 4 musim ; semi, panas, gugur, dingin. dengan temperature bervariasi antara 0 C - 20an C . Merasakan ke 4 musim tersebut adalah kenikmatan tersendiri (kalau tidak mau di sebut udik..hehe) buat saya yang terbiasa dengan iklim tropis. Di bawah adalah sepenggal gambaran suasana Leeds dengan musim yang berbeda.
(Leeds di kala summer-autumn-winter)
Kami sudah jatuh cinta dengan kota ini. Leeds yang memberikan kami pengalaman hidup dan kesempatan untuk merasakan tinggal di salah satu kota negara maju dunia telah memberikan kesan dan kenangan yang berarti buat kami. Semoga suatu saat nanti kami bisa kembali ke Leeds walau hanya untuk ber nostalgia.
Leeds-Live it Love it










